Perilaku penggunaan bottom ash pada campuran aspal beton

Author : A.Y., PATRICK;

Pemakaian batu bara sebagai sumber energi menghasilkan residu berupa bottom ash yang menimbulkan pencemaran lingkungan. Penggunaan bottom ash sebagai material pekerasan jalan adalah salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti efek penggunaan bottom ash sebagai pengganti agregat halus terhadap stabilitas, kelelehan, rongga udara, rongga terisi aspal dan Marshall quotient dari campuran aspal beton tipe XI. Penelitian dilakukan di Laboratorium Perkerasan dan Bahan Jalan Universitas Kristen Petra, Surabaya, dengan menguji efek pemakaian bottom ash sebagai pengganti F3 (agregat 0-5 mm), F4 (pasir) sebesar 10%-100% serta F3 dan F4 sebesar 5%-50%. Hasil terbaik dari setiap variasi diberi bahan aditif (chemcrete) untuk mengetahui pengaruhnya terhadap campuran aspal beton yang menggunakan bottom ash. Dari penelitian ditemukan bahwa persentase terbaik pemakaian bottom ash terhadap F3, F4, maupun F3 dan F4 adalah 10%. Dari ketiga variasi tersebut hasil terbaik dlperoleh pada penggantian terhadap F4 (pasir). Penggunaan cemcrete meningkatkan nilai stabilitas serta memperbaiki nilai rongga udara dan rongga terisi aspal. Kata kunci: Bottom ash, aspal beton (AC) tipe XI, agregat halus, stabilitas, kelelehan, rongga udara, rongga terisi aspal, Marshall Quotient

Keyword : pavement, asphalt, concrete, bottom ash

Sumber : http://repository.petra.ac.id/469/

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s