Tinjauan relevansi aktiva tetap menurut pajak serta pengaruhnya terhadap laba kena pajak perusahaan “X”

Author : APRIYANTI, SUSY;

PT “X” adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri karpet. Sejak masa berdirinya hingga saat ini PT “X” telah memiliki aktiva tetap berupa tanah, bangunan , mesin dan peralatan, kendaraan serta inventaris dan instalasi yang telah menjadi faktor pendukung dalam operasi perusahaan. Dikarenakan krisi ekonomi yang melanda Indonesia akhir-akhir ini aktiva tetap tersebut dirasakan perlu untuk direvaluasi atau dilakukan penilaian kembali guna kewajaran penyajian laporan keuangan terutama dalam kaitannnya dengan biaya-biaya yang timbul akibat penggunaan aktiva dengan penghasilan. Dari sini penulis merumuskan permasalahan: Bagaimana PT “X” melakukan revaluasi aktiva tetap serta bagaimana pengaruhnya terhadap laba kena pajak perusahaan. Aktiva tetap yang boleh direvaluasi adalah aktiva tetap yang umurnya paling sedikit lima tahun, masih digunakan dalam operasi perusahaan, serta tidak dimaksudkan untuk dialihkan atau dijual. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam Keputusan Menteri Keuangan No.507/KMK.04/1996 tanggal 13 Agustus 1996, tentang Penilaian Kembali Aktiva Tetap Perusahaan, maka aktiva tetap PT “X” memenuhi syarat untuk dinilai kembali dan panilaian dilakukan oleh lembaga penilai yang diakui pemerintah (Appraisal Company). Dalam melakukan revaluasi akan timbul selisih antar nilai pasar wajar aktiva tetap yang direvaluasi dengan nilai bukunya. Selisih ini akan dimasukkan ke dalam neraca perusahaan golongan Modal Sendiri dengan nama perkiraan PPH final sebesar 10% setelah terlebih dahulu dikompensasikan dengna kerugian-kerugian tahun-tahun sebelumnya jika ada. Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian deskriptif dengan tinjauan terhadap landasan teori dengan menggunkan obyek penelitian PT “X”. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer, yang diperoleh langsung dari PT “X” dan data sekunder, yang diperoleh dari sumber-sumber lain. Data-data ini bersifat kualitatif dan kuantitatif. Setelah dilakukan perhitungan estimasi laba kena pajak sebelum dan sesudah dilakukannya revaluasi aktiva tetap, maka hasil akhir analisa penelitian terhadap revaluasi aktiva tetap PT “X” dapat disimpulkan bahwa tindakan revaluasi pada saat tingkat suku bunga tinggi kurang menguntungkan jika dibandingkan keharusan untuk membayar PPh final sebesar 10% atas selisih lebih penilaian kembali aktiva tetap. Penurunan laba kena pajak akan mengakibatkan pajak penghasilan yang harus dibayar PT “X” manjadi berkurang.

Keyword : accounting, aktiva, tax

Sumber : http://repository.petra.ac.id/596/

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s